Senin, 27 September 2010

Eksistensi Of god

“Aku berpikir, maka aku ada”
dalam bahasa Latin “Cogito ergo sum” atau dalam bahasa Perncis “Je pense donc je suis”. Berdasarkan kesimpulan tersebut saya juga bisa menyatakan: “Tuhan itu ada, karena aku berpikir, bahwa Tuhan itu ada”.

pikiran itu hanyalah salah satu aktivitas dari fisik otak
pikiran inilah yang mengendalikan otak (mind over matter) atau secara tidak langsung terbukti, bahwa Tuhan itu sebenarnya adalah hasil ciptaan dari pikiran kita.

Maththew Alper “The God Part of the Brain” bahwa manusia itu secara halus telah disetel atau digiring sedemikian rupa untuk berpaling pada suatu realitas spiritual dan untuk mempercayai kuasa-kuasa yang melampaui keterbatasan dari realita fisik kita. Hal ini bisa terjadi karena instink yang diwariskan secara genetika. Misalnya karena adanya perasaan takut mati sehingga secara alami menimbulkan sebuah insting bagi keyakinan religius dalam diri manusia perdana. Untuk mengatasi rasa gelisah dan takut mati inilah otak besar kita mencari jalan keluar bagaimana caranya agar mampu mempertahankan kehidupan setelah kematian. Dari situlah awal timbulnya pikiran manusia untuk menciptakan Sang Tuhan.

Disamping itu, karena adanya rasa takut inilah juga yang telah menimbulkan kepercayaan dalam seperangkat mekanisme di dalam otak manusia, sehingga kita yakin dan tanggap akan adanya doa kesembuhan, sehingga akhirnya menimbulkan plasebo efek bagi sang pasien.

hal ini sejalan dengan salah satu konsep Buddha yang populer, bahwa manusia itu mewarisi gen spiritualitas dari inkarnasi kita yang terdahulu

sudah tiba saatnya dimana para ahli memperdalam dan mempelajari mengenai disiplin ilmu anyar – suatu teologi genetika (Genotheology) yang baru untuk mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut diatas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar